Blogger Widgets

Senin, 24 Desember 2012

Makalah puasa (Study Islam)


MAKALAH

MATA KULIAH STUDY ISLAM



PUASA

Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah

Ilmu Study Islam




 





Dosen Pengampu:

Novan Ardiwiyani, M.pd



Disusun Oleh:


1.        nuriyatul hikmah
2.        Isna Fahimatul Khaifiyah
3.        elsa susilarini
4.        Sri mulyani azizah
5.        idah nurholilah
6.        teristya army











YAYASAN PERGURUAN TA’ALLUMUL HUDA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
BUMIAYU

2011/2012






DAFTAR ISI





HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………     1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….     2

BAB I        PENDAHULUAN………………………………………………………….     3

A.    Latar Belakang…………………………………………………………..     3
B.     Tujuan Penulisan………………………………………………………...     3

BAB II       PEMBAHASAN…………………………………………………………….    4

A.    Definisi Puasa…………………………………………………………...    4
B.     Puasa Sunah……………………………………………………………..    4
C.     Hikmah Puasa…………………………………………………………...    6
D.    Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik Maupun Psikis……………………    7         
E.     Syarat Puasa……………………………………………………………..    7
F.      Rukun Puasa…………………………………………………………….    7

BAB III       PENUTUP…………………………………………………………………..   8

A.    Kesimpulan……………………………………………………………...   8
B.     Saran…………………………………………………………………….   8

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….   9

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
           
            Ibadah yang disyariatkan memang seluruhnya mengandung hikmah. Demikian pula puasa mengandung hikmah agar meraih sikap hidup taqwa seperti yang disebut Al-Qur’an dalam surah al-Baqoroh ayat 183.

            Setelah diteliti dan diamati dari data-data normative agama yang valid dan fakta-fakta yang empiris, ditemukan bahwa puasa mengandung kesehatah bagi fisik sekaligus psikis manusia. Puasa tidak justru berimplikasi merusak kesehatan jasmani dan rohani manusia selama ia dilakukan secara wajar dan memenuhi aturan hukumnya.
           
            Menurut WHO, kesehatan psikis manusia dirumuskan dengan delapan syarat, yaitu dapat menyesuaikan pada kenyataan secara konstruktif meskipun kenyataan itu buruk, dapat memperoleh kepuasan dari perjuangan, merasa lebih puas member dari menerima, bebas dari rasa tegang dan cemas, dapat berhubungan dengan lingkungan secara tolong menolong dan saling memuaskan, dapat menerima kekecewaan untuk dipakai sebagai pelajaran di hari belakang, dapat menjuruskan rasa permusuhan pada penyelesaian secara kreatif dan konstruktif, dan terakhir mempunyai daya kasih saying yang besar disamping mempunyai keinginan untuk disayangi.

            Dengan mengenal hikmah ibadah puasa, bukan berarti kita beribadah sekadar untuk mendapat hikmah-hikmah tersebut. Ibadah adalah pengabdian dan penghambaan. Hikmah-hikmah itu statusnya sebagai motivasi dan sugesti dalam menjalani ibadah sehingga ibadah tidak lagi dianggap sebagai beban kewajiban melainkan kesadaran atau bahkan ke tingkat kebutuhan yang bias dilakukan dengan santai, ceria, dan konsisten. Keengganan berpuasa dengan mengetahui hikmah itu akan menimbulkan penyesalan. Sementara profesor-profesor barat justru menyerukan turut berpuasa sebulan ramadhan bersama kaum muslimin.  




B.     Tujuan Penulisan

1.      Tujuan Khusus

           Tujuan Utama dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas

makalah Study Islam.

2.      Tujuan Umum

                                Agar mahasiswa dapat mengetahui:

ü  Definisi Puasa

ü  Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Psikis

ü  Syarat Puasa

ü  Rukun Puasa






BAB II
PEMBAHASAN



A.    Definisi Puasa


                 Puasa menurut bahasa adalah menahan, sedangkan puasa menurut syari’at ialah menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dan semua hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenam matahari.

B.     Puasa Sunah

1.      Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal.
2.      Puasa Hari Arafah (Tanggal 9 Bulan Haji), Terkecuali orang yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunahkan.
3.      Puasa Hari Asyura (10 Muharam).
4.      Puasa Bulan Sya’ban.
5.      Puasa Hari Senin dan Kamis.
6.      Puasa Tengah Bulan, dilaksanakanpada tanggal 13,14, dan 15 dari tiap-tiap bulan Qomariyah tahun Hijriyah.
7.      Puasa Daud,yaitu puasa yang dilakukan dengan cara sehari puasa dan sehari tidak puasa.

a.      Cara Menetapkan Waktu Puasa

·         Penetapan Waktu Puasa denngan Rakyat

                     Rukyat adalah cara menetapkan bulan Qomariyah (Ramadhan), dengan melihat bulan, menggunakan panca indera mata. Jika langit berawan atau bercuaca buruk, sehingga bulan tidak dapat dilihat, maka hendaklah menggunakan prinsip istikmal (menyempurnakan bilangan sya’ban menjadi 30 hari).

·    Penetapan Awal Bulan Puasa dengan Hisab

                       Hisab adalah cara menetapkan awal bulan Qomariyah (Ramadhan) dengan menggunakan perhitungan secara ilmu astronomi atau ilmu falaq, sehingga dapat ditentukan posisi bulan secara eksak.




b.        Berpuasa di Daerah Kutub

            Menurut Syekh Muhammad Saltut dalam buku Al Fatwa (fatwa-fatwa) disebutkan bahwa hanya ada dua alternative hokum bagi penduduk daerah kutub dalam melaksanakan ibadah shalat dan khususnya puasa.

·                 Karena di daerah kutub tidak berlaku batasan-batasan waktu sebagaimana di belahan bumi normal, maka hukum yang berkenaan dengan ibadah shalat dan puasa dua ibadah yang pelaksanaanya sangat dibatasi oleh unsur keteraturan waktu tidak berlaku. Penduduk daerah kutub dibebaskan dari kewajiban shalat dan puasa.

·                Meskipun ketentuan waktu sebagaimana terdapat dalam ajaran fiqih islam tidak ada, tetapi nilai hokum tetap berlaku untuk segala kondisi dan tempat. Untuk itu ketentuan yang dipakai untuk daerah kutub, khususnya berkaitan dengan puasa mengambil persamaan daerah yang paling dekat.





c.       Puasa Bagi Pekerja Berat

             Yang dimaksud dengan pekerja berat dalam pembahasan ini adalah orang-orang yang memiliki mata pencaharian atau pekerjaan yang dinilai berat, terutama dari aspek fisik (tenaga).
         Dalam syari’at Islam sendiri terdapat ketentuan bahwa kewajiban puasa itu berlaku bagi yang mampu puasa. Agar mampu berpuasa, diperlukan kondisi fisik yang kuat dan sehat.

Ø  Orang yang tidak mampu puasa adalah :

·         Orang yang sedang sakit
·         Orang yang fisiknya lemah karena sudah tua
·         Orang yang kondisinya lemah karena sedang hamil

d.      Puasa Kifarat

           Puasa kifarat bermacam-macam penyebabnya, sehingga jumlah kifaratnya juga berbeda-beda. Dilihat dari penyebabnya, macam-macam puasa kifarat adalah sebagai berikut.:

v Karena batal puasa Ramadhan ,sebab melakukan hubungan suami istri di bulan Ramadhan,

·         Jenis pelanggaran ini kifaratnya, adalah berpuasa selama 2 bulan scara berturut-turut.

v Karena membunuh seseorang dengan sengaja,

·         Jenis Pelanggaran ini kifaratnya, adalah berpuasa 2 bulan secara berturut-turut.

v Karena melanggar larangan irham,

·         Jenis Pelanggaran ini kifaratnya, adalah berpuasa 3 hari di Mekah dan 7 hari setelah pulang ke rumah.

C.    Hikmah Puasa

a.       Menumbuhkan Rasa kemanusiaan dan suka memberi serta peduli terhadap orang yang kurang mampu.

b.      Memperkokoh sikap tabah menghadapi godaan dan cobaan.

c.       Menumbuhkan sikap amanah (dapat dipercaya).

d.      Menumbuhkan sikap bersahabat dan menghindari pertengkaran.

e.       Menanamkan sikap jujur dan disiplin.

f.       Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri (hawa nafsu).

g.      Meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah.

h.      Menjaga kesehatan jasmani dan rohani.






D.    Manfaat Puasa Bagi kesehatan Fisik Maupun Psikis

® Beberapa manfaat puasa bagi kesehatan fisik, yaitu :

a)      Memberi kesempatan kesempatan istirahat pada alat pencernaan.

b)      Membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas.

c)      Membuat kulit lebih sehat berseri

d)     Meningkatkan daya serap makan

e)      Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh

f)       Meningkatkan fungsi organ reproduksi

g)      Meremajakan sel–sel tubuh

h)      Menambah jumlah sel darah putih

i)        Memblokir makanan, bakteri, virus, dan sel kanker

® Beberapa manfaat puasa bagi kesehatan psikis, yaitu :

a)      Membangun kepercayaan diri

b)      Mengurangi tekanan jiwa

c)      Melatih kedisiplinan

d)     Mengendalikan diri dari sikap emosional

e)      Melatih kesabaran

E.     Syarat Sah Puasa

            Ada beberapa syarat sah yang wajib dipenuhi bagi orang yang akan menjalankan ibadah  puasa, yaitu :
1.      Islam, orang non muslim tidak sah menjalankan ibadah puasa.
2.      Mumayiz, yakni orang yang sudah dapat membedaka mana yang baik dan mana yang buruk
3.      Suci dari haid atau nifas.
4.      Waktunya diperbolehkan secara agama. Sebab ada waktu yang tidak diperbolehkan menjalankan puasa, yaitu seperti pada ‘idul fitri’ atau hari raya ‘idul adha’.

F.      Rukun Puasa
            Adapun rukun puasa ada dua, yaitu :
1.      Niat pada malam harinya,
2.      Menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan ibadah puasa.

BAB III
PENUTUP



  1. Kesimpulan

            Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan standar kesehatan yang meliputi empat dimensi, yaitu sehat fisik, psikis, social, dan spiritual. Dan ternyata ibadah puasa dapat memenuhi semua dimensi standar yang ditetapkan oleh WHO itu.
            Sebagaimana yang dikupas dalam makalah ini bahwa puasa memiliki pengaruh yang luar biasa bagi kesehatan manusia, baik fisik maupun psikis. Hal itu dibuktikan dengan dalil-dalil Al-Qur’an maupun As-Sunnah, juga ilmu pengetahuan modern.

  1. Saran

            Untuk menjadi manusia yang terbaik disisi-Nya, sudah selayaknya kita ketahui setiap hikmah dari ibadah yang ditetapkan-Nya, termasuk puasa. Juga menjalankan segala ibadah yang diperintahkan-Nya dengan tekun dan sungguh-sungguh.



DAFTAR PUSTAKA




Syarifudin, Ahmad. 2003. Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis . Jakarta : Gema Insani Press.
MGMP Jateng – DIY, Fiqih Islam Semester Gasal.
Rohman, Abdul, dkk., 2005, Pendidikan Agama Islam, UNSOED, Purwokerto.

Makalah Orde baru


MENGGUSUR ORDE BARU



MAKALAH
DISUSUN DAN DIAJUKAN SEBAGAI TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH KEWRGANEGARAAN

Dosen Pengampu : Aqib Ardiansyah S.Ag
Disusun Oleh :
1.      Elsa Susilarini
2.      Isna Fahimatul K
3.      Iza Nur Maulida
4.      Nur Azizah
5.      Nuriyatul Hikmah
6.      Nurul Faoziah
7.      Siti Himatul Auliya

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ISLAM BUMIAYU
Tahun Akademik 2011 /2012

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………       1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………       2
BAB I             PENDAHULUAN………………………………………………      3
A.    Latar Belakang…………………………………………………………………...       3
B.     Rumusan Masalah………………………………………………………………..       3
BAB II            PEMBAHASAN………………………………………………       4
A.    Orde ……………………………………………………………………………       4
B.     Latar belakang lahirnya orde baru ……………………………………………..       4
C.    Kehidupan politik masa orde baru ……………………………………………..       6
D.    Kehidupan ekonomi masa orde baru …………………………………………..       6
E.     Menggusur orde baru …………………………………………………………..       6
BAB III          PENUTUP……………………………………………………..      9
A.    Kesimpulan……………………………………………………………………...      9
B.     Saran ……………………………………………………………………………      9




BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pemerintah orba pada hakekatnya adalah agen kepentingan kapitalis internasional modern di bawah komando AS. Sejak saat itu , beberapa strategi social, politik dan ekonomi yang dibangun oleh negara-negara kapitalis mulai diterapkan dibawah payung ideologi development (pembangunan). Untuk merealisasikan ideologi terebut, pemerintah orba melaksanakan konsep-konsep W.W. Rostow. Sebagaimana dipesankan oleh Negara donor, seperti tertuang dalam konsep The Stages of Growth; Five Stages Scheme dan sejenisnya.
Untuk merealisasikan konsep tersebut pemerintah orba membuat berbagai kebijakan yang mengamankan pertumbuhan ekonomi, meski harus mengorbankan kepentingan bangsa dan mengabaikan amanat rakyat. Sebagai dampak dari pembangunan ekonomi selama 32 tahum, timbul satu segmen masyarakat yang memiliki harapan-harapan berlebihan (rising expectations) atas kehidupan material yang bercorak konsumtif yang gagal dipenuhi oleh pemerintah orba. Terjadilah gejolak social politik Indonesia yang pada ujungnya bermuara pada proses lengsernya soeharto dan penggusuran orde baru yang secara euphoria digembar-gemborkan sebagai reformasi.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa yan g dimaksud dengan orde ?
  2. Apa latar belakang yang menjadikan adanya orde baru ?
  3. Bagaimana kehidupan politik pada masa orde baru ?
  4. Bagaimana kehidupan ekonomi pada masa orde baru ?
  5. Langkah apa yang dilakukan untuk menggusur orde baru ?






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Orde Baru
Secara demografi, orde yaitu Ilmu, susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yg memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dr sudut sosial politik; ilmu kependudukan.
Sedangkan secara bahasa, orde yaitu penyelidikan tt pelbagai kelompok pemakai bahasa dan variasi bahasa dalam suatu masyarakat bahasa dengan mempergunakan statistik, dan penggolongannya berdasarkan faktor kelas sosial, agama, umur, tempat, pendidikan, dsb.

B.     Latar belakang lahirnya orde baru
Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965.
Orde baru lahir sebagai upaya untuk :
o   Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama.
o   Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia.
o   Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
o   Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.

Latar belakang lahirnya Orde Baru :

·         Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.
·         Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.
·         Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.
·         Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili.
·         Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.
·         Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi :
1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya
2) Pembersihan Kabinet Dwikora
3) Penurunan Harga-harga barang.
·         Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
·         Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).
·         Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.

Setelah dikeluarkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI.
Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.
Pada tanggal 23 Februari 1967, MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Dengan Tap MPRS No. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . Dan pada 12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia.


  1. Kehidupan politik masa orde baru

Upaya untuk melaksanakan Orde Baru :
  • Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
  • Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur.
  • Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
·         Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara.
Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. Perkembangannya, kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika (dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif,Yudikatif, Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan.
  1. Kehidupan ekonomi masa orde baru
Pada masa Demokrasi Terpimpin, negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Sehingga, pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.
  1. Menggusur orde baru
  1. Strategi mempertahankan kepentingan          
Setelah Negara-negara ketiga tidak dibutuhkan lagi oleh Negara kapitalis, maka selanjutnya dibuat proyek social baru yaitu mengembangkan kepentingan kapitalisme internasional. Indonesia menjadi sasaran untuk merealisasikan gagasan tersebut dengan dihancurkannya struktur dan fondasi ekonomi Indonesia. Pertama-tama hali ini ditandai dengan tekanan untuk melakukan liberalisasi sector perbankan pada tahun 1988 yang mengakibatkan munculnya puluhan bank swasta. Pada tahun 1992 pengusaha swasta melakukan pinaman devisa secara besar-besaran dengan menggunakan bank-bank swasta sebagai kendaraan.
Mayoritas utang pengusaha swasta Indonesia dijamin oleh commercial paper yang memiliki jatuh tempo 5 tahun. Ketika jatuh tempo pembayaran lima tahun berikutnya, yaitu pada tahun 1997, terjadi gejolak moneter yang sangat dahsyat sehingga para pengusaha tersebut tidak dapat mengembalikan utangnya yang mengakibatkan merosotnya nilai tukar rupiah.
Untuk mengatasi krisis moneter tersebut, pada januari 1998, Managing Director IMF, Michael Camdesus, berhasil “memaksa” Soeharto untuk menandatangani letter of intent yang menyangkut restrukturisasi perekonomian Indonesia yang bernaung dibawah  wacana developmentalisme-modernisme. Gejolak inii akhirnya bermuara pada krisi social dan politik sehingga menurunkan Soeharto dari tahta kekuasaan yang telah dilestarikannya selama 32 tahun.
Jelas disini terlihat bahwa reformasi adalah bagian dari scenario dunia internasional dalam mempertahankan kepentingannya di Indonesia. Karena ada kesamaan kepentingan antara kapitalisme global internasional dengan kekecewaan sebagian rakyat Indonesia yang mengalami rising expectations maka proses reformasi dapat berjalan.
Disamping menggunakan strategi ekonomi, juga digunakan ekspansi wacana dan rekayasa social. Hal ini terlihat dalam berbagai teori social pasca perang dingin. Dalam bukunya, Huntington menjelaskan bahwa periode pasca perang dingin akan diwarnai pertarungan peradaban antara peradaban barat (WASP) dengan peradaban timur (Islam an Confucian). Pengaruh paling terasa dari antisipasi benturan peradaban tersebut adalah terjadinya sentiment anti Cina hingga berujung pada terjadinya kerusuhan 13-15 mei 1998 dan kerusuhan di Ambon pada pertengahan Januari 1999.
Pada tahun 1997 dua sosiolog inggris, A. Giddens dan R. Dahrendorf mulai mensosialisasikan konsep supremasi sipil yang terdidik. Dampak dari konsep ini adalah penyingkiran ABRI dan munculnya hujatan terhadap militer Indonesia secara berlebihan disatu sisi serta menjamurnya program diploma luar negri. Semua ini dilakukan untuk mengamankan kepentingan kapitalisme internasional Indonesia.
  1. Tangan-tangan gaib di balik pemilu
Dalm rangka mempertahankan kepentingannya di Indonesia, kapitalisme internasional tidak ingin melakukan perubahan yang mendasar atas system politik dan ekonomi yang ada di dindonesia. Agar hal itu bisa berjalan dengan baik, maka dibuatlah skenario yang bisa mengganti aktor-aktor yang sedang bermain. Maka bisa kita maklumii kalu dunia internasional memiliki antusiasme tinggi atas pemilu diindonesia.
Namun satu hal yang perlu diingat, melihat hasil pemilu yang ada, hampir bisa dipastikan tidak akan terjadi perubahan kebijakan yang mendasar dalam system ekonomi dan politik Indonesia. Tokoh- tokoh yang akan naik dalam tampuk kepemimpinan masih didominasi oleh mereka-mereka yang mempertahankan wacana developmentalisme-modernisme.
Semua ini mengindikasikan adanya kenyataan buatan (virtual reality) yaitu suatu penampakan semu demokrasi dimana terdapat parta-partai peserta pemilu, panitia pemilu, pengawas pemilu, para pemilih, bahkan ada pula demonstrasi yang menunutut diusutnya kecurangan-kecurangan pemilu yang semuanya itu hanya melegitimasi demokrasi procedural tanpa membahas substansi kedaulatan rakyat itu sendiri. Dengan demikian, pemilu lebih merupakan mekanisme “pemutihan” politik dan pembaharuan actor untuk mengokohkan kebijakan kapitalisma global Indonesia.
Kini kekuatan kapitalisme global di Indonesia hamper tidak dibendung lagi. Mereka melakukan strategi-strategi lanjutan untuk memperkokoh posisinya. Pertama-tama yang akan dilakukan para pemilik modal Negara-negara kapitalis adalah mengambil alih perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah bengkrut dan tidak mampu membayar utang melalui system debt-to equity swap. Dengan cara ini mayoritas saham perusahaan nasional akan jatuh ke tangan asing.
Disamping itu, untuk memperkuat pengaruhnya di Indonesia, Negara-negara kapitalis akan terus memberlakukan system demokrasi formal-prosedural. Strategi lain adalah restrukturalisasi ditubuh militer. Melihat gejala yang ada bukan tidak mungkin akan terjadi penghilangan atas jabatan Panglima TNI untuk diganti dengan jabatan Kepala Staf Gabungan yang akan dijabat secara bergiliran oleh masing-masing pimpinan dari ketiga angkatan. Dengan cara ini maka TNI tidak mampu melakukan konsolidasi politik, rasanya akan sulit bagi bangsa Indonesia untuk merumuskan kebijakan pengembangan masyarakat dan pengembangan ekonomi yang baik, terpadu, dan berkesinambungan untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Keadaan yang demikian hanya akan melahirkan kebijakan-kebijakan nasional jangka pendek yang bersifat adhoc , dan akibat logis berikutnya seluruh aspek kehidupan Negara-bangsa Indonesia akan didikte oleh aktor-aktor kapitalisme global yang bergerak dipasar modal, pasar financial, pasar komoditi dan pasar informasi / media.
  1. Membangun masyarakat baru
Menghadapi situasi yang demikian memang sulit, sebab kita tidak mungkin keluar dari cengkeraman kapitalisme global karena Indonesia telah ikut menjadi penandatanganan APEC dan telah pula terdaftar sebagai anggota organisasi perdagangan dunia WHO. Yang paling mungkin untuk dilakukan adalah menrima keberadaan kapitalisme global secara sadar, kritis dan cerdas.
Setelah itu langkah selanjutnya adalah merumuskan kepentingan kolektif nasional dengan melihat potret besar konstelasi politik internasional sebagai acuan, dengan tetap menjadikan kepentingan dan cita-cita kemerdekaan bangsa sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 45 sebagai titik pijak bersama.

BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965.
Orde baru dilatar belakangi karena adanya peristiwa pembunuhan secara besar-besaran pada 30 september 1965 oleh PKI. Setelah dikeluarkannya Surat Perintah sebelas maret 1966 yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan, terjadilah konflik dualism yang membawa Soeharto menjadi presiden.
Namun ternyata pemerintah orba pada hakekatnya adalah agen kepentingan kapitalis internasional modern di bawah komando AS. Mereka menggunakan berbagai macam strategi yang mengorbankan kepentingan bangsa dan mengabaikan amanat rakyat, itulah yang menyebabkan adanay penggusuran masa orde baru.
  1. Saran

Masyarakat Indonesia harusnya menerima keberadaan kapitalisme global secara sadar, kritis dan cerdas. Dan memilih konsep atau model sosio-ekonomi-politik yang tetunya dengan memperhitungkan keberadaan sumber daya alam dan manusia, keadaan geografi demografi, kultur, system nilai, kondisi soial dan infrastruktur yang ada.